Desa Glapan
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
TRADISI KUPATAN
Glapan,29-03-2026 ,Lebaran ketupat adalah tradisi masyarakat Jawa dan indonesia pada umumnya yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri (8 Syawal) setelah puasa sunah 6 hari di bulan syawal . Tak terkecuali warga masyarakat desa glapan juga merayakan lebaran ketupat (Bakda Kupat ) .Tradisi ini diisi dengan membuat ketupat setelah itu diadakan Doa bersama di masjid atau mushola dengan membawa ketupat berserta sayur atau lauk pauknya dilanjut menyantap ketupat bersama, ketupat ini melambangkan "ngaku lepat" (mengaku salah) dan simbol syukur, silaturahmi, serta kesucian hati.Lebaran ketupat pertama kali di ajarkan oleh sunan kalijaga salah satu dari walisongo sebagai media dakwah agama islam dengan sebutan " Bakda Kupat " (Bodo Kupat ). Tardisi ini mengandung makna filosofi
- Ngaku Lepat: Dalam bahasa Jawa, kupat adalah singkatan dari "ngaku lepat" yang berarti mengakui kesalahan kepada sesama melalui silaturahmi.
- Laku Papat: Melambangkan empat tindakan utama:
- Lebaran: Pintu ampunan telah dibuka.
- Luberan: Melimpah (simbol sedekah dan zakat).
- Leburan: Melebur dosa melalui maaf-memaafkan.
- Laburan: Menjaga kesucian diri (seperti kapur/labur yang putih).
- Penyempurna Puasa Syawal: Dirayakan setelah seseorang menyelesaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Kata "ketupat" juga dikaitkan dengan istilah kaffatan yang berarti kesempurnaan ibadah.
- Simbol Persatuan: Anyaman janur yang rumit melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, namun setelah dibuka, terlihat nasi putih yang melambangkan kesucian hati.
Lebaran ketupat kini menjadi tradisi tahunan warga muslim desa glapan yang di rayakan dengan melakukan kenduri atau doa bersama atau berbagi ketupat sebagai simbol silahturahmi atau pengakuan.(GlapanSID)


